Home / Berita / Habib, Santri Hafidz Qur’an dari Kelas 3 MTs Al Munawaroh

Habib, Santri Hafidz Qur’an dari Kelas 3 MTs Al Munawaroh

Al Munawaroh Jombang – Luar biasa, itu kalimat yang pantas untuk salah satu santri Al Munawaroh ini. Dari wajah polosnya terpancar cahaya yang sejuk dilihat, tingkah lakunya yang lembut, dan tawadhu’, beliau adalah santri kecil yang baru saja menyelesaikan hafalan Al-Qur’annya di jenjang Madrasah Tsanawiyah Al Munawaroh.

Habib santri hafal al Qur'an dari kelas 3 MTs AL Munawaroh
Habib santri hafal al Qur’an dari kelas 3 MTs AL Munawaroh

Namanya, Ahmad Habibur Rochman, asal Dsn. Nongko, Ds. Sumber Nongko Kab. Jombang, lahir pada 16 Juni 2001, dibesarkan dari keluarga sederhana dan keislaman yang kuat dan orang tuanya berprofesi sebagai pedagang.

Singkat cerita

Diwaktu senggang kami menyempatkan waktu untuk berwawancara sebentar dengan Habib, dengan tujuan untuk memberikan motivasi kepada para santri lain supaya bisa meniru kegigihan dan semangatnya dalam menuntut ilmu.

Memulai Belajar Al-Qur’an dari Orang Tuanya.

Disela-sela berbincangan, santri yang baru berumur 15 ini menyampaikan, belajar Al Qur’an berawal di masih kanak-kanak kepada orang tuanya, juga pernah sempat belajar di TPQ namun tidak lama, karena bacaan Al-Qur’an-nya bertambah tidak lancar dari sebelumnya, akhirnya dia memutuskan untuk belajar Al-Qur’an lebih banyak lagi kepada ayah dan ibunya hingga lulus SD (sekolah dasar).

Nyantri di Pondok Pesantren Al Munawaroh

Pada tahun 2015 lalu, dia memulai nyantri di Pondok Pesantren Al Munawaroh bermula dari info yang ia dapat dari salah satu santri Al Munawaroh (sebut : Jauhar). 

Ketika awal nyantri, Habib sudah diberi cobaan oleh Alloh dari berbagai cobaan hampir-hampir saja tidak kerasan, dari mulai sakit demam. magh, bahkan pernah diperlihatkan jin-jin, namun dengan kekuasaan Alloh, Habib ini mampu menguatkan tekad untuk selalu istiqomah dalam menuntut ilmu, sebagaimana yang disampaikan oleh Abina farid dalam tausiyahnya di malam Haflah Akhirussanah ke – XVII (24/5).

Seperti program yang berjalan, ketika santri masuk ke pesantren ini, diwajibkan untuk belajar Al-Qur’an Bin Nadhor selama 1 tahun, begitu juga dengan satu santri ini, dia baru bisa lancar membaca Al-Qur’an setelah 1 tahun belajar di Al-Munawaroh atas bimbingan para asatidz dan asatidzah.

Berkat ketabahannya, niat yang tulus serta istiqomah, Alloh memberikan kemudahan hafalan Al-Qur’an kepada Hafidz kecil ini sekitar kurun waktu 2 tahun untuk hatam Tahfidzul Qur’an bil Ghoib.

Kami sempat bertanya, “Bagaimana dengan hafalanmu ketika mengalami sakit?

“Saya anggap (hafalan yang terlewat) itu hutang..”

Kamipun dibuat takjub atas jawabanya. Subhanalloh…..

Jarang sekali santri-santri di seusianya yang mempunyai tekad seperti Habib ini.

Metode Hafalan yang Habib gunakan.

Metode hafalan yang santri gunakan, setiap harinya selalu menambah hafalannya 1 halaman 1 halaman, pada siang harinya dia menambah hafalan dan dimalam harinya dia muroja’ah dengan istiqomah, walaupun itu hari libur.

Pesan Habib untuk kami.

Diakhir perbincangan kami Habib berpesan untuk kita semua, supaya bisa Istiqomah dalam menuntut ilmu dengan disertai do’an yang tulus iklas. Nanti insya Alloh akan diberi kemudahan dari setiap kesulitan yang ada.

Semoga dari kisah diatas bisa menambahkan kita untuk meningkatkan semangat dalam menuntut ilmu dan menjadi motivasi bagi kita semua. Aaamiin. Syukron

Check Also

Logo Hari Santri 2017

Makna Tema “Santri Mandiri, NKRI Hebat” di Hari Santri Nasional 2017

Menyambut Hari Santri Nasional Tahun 2017, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI NU: Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *