Home / Artikel / Pelatihan Dasar Layout Kitab Berbahasa Arab

Pelatihan Dasar Layout Kitab Berbahasa Arab

 

Pesantren dikenal sebagai pusat pembelajaran agama Islam yang dikembangkan sejak masa Walisongo. Kajian yang diadakan di pondok pesantren-pun juga lengkap, dimulai dari pendidikan baca tulis Al Qur’an, Fiqih, Ushul Fiqh, Hadits, Nahwu, Shorof, Hingga Tafsir Al Qur’an. Dalam perkembanganya, model penddidikan di pesantren terbagi menjadi dua, pondok modern dan pondok salaf, dengan masing-masing ciri khasnya.

Namun demikian, kedua pesantren tersebut tetap menjaga nilai-nilai Islam dengan mempelajari kitab-kitab karangan ulama salaf yang tentu tertulis dengan menggunakan berbahasa arab. Selama ini, kitab-kitab tersebut dicetak oleh percetakan besar dibelahan dunia, seperti Baerut, Libanon, Ummul Quro’ dan lain-lain.

Beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab telah merubah isi dari kitab-kitab Ahlus Sunnah menjadi kitab yang bermuatan kajian yang sesuai dengan ideologi mereka. Oleh karena itu pesantren dituntut untuk menjaga kelesantarian dan kemurnian kitab tersebut agar nantinya Agama Islam khususnya yang ber-Akidah Ahlus Sunnah dapat terjaga kemurnianya.

Pelatihan Dasar Layout Kitab Berbahasa Arab

Peran santri disini tentu sangat penting, oleh karena itu M. Mujabun (1117103) yang merupakan mahasiswa Fakultas Agama Islam, program Pendidikan Agama Isalm di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Peterongan Jombang, dalam melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Inovatif Mahasiswa (MIM) di Pondok Pesantren Al Munawaroh Diwek Jombang, memandang bahwa pelatihan dasar layout kitab berbahasa arab sangat diperlukan.

“Penting saya katakan bahwa pelatihan ini, diniatkan untuk menjaga kitab-kitab Ulama Salaf yang selama ini sudah beredar kitab-kitab mereka dirubah isinya” jelas M. Fathur Rohman, S.Pd (instruktur).
Para santri dilatih untuk melayout kitab jurumiyah menggunakan Software Microsoft Office. Selain santri ahli dalam mengkaji kitab-kitab kuning, santri juga dituntut untuk menjaga kitab-kitab tersebut dari tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab dengan menulis ulang, mentashih dan menerbitkan sendiri kitab-kitab tersebut.

“Saya senang sekali ketika saya dilatih untuk me-layout sebuah kitab karya ulama besar yang selama ini menjadi kitab dasar mempelajari nahwu di seluruh pondok pesantren di Indonesia. Harapanya nanti saya bisa menulis kitab-kitab karangan ulama lain, semoga pelatihan ini bisa menjadi jariyah bagi tim pelaksananya.” Komentar M. Fatahillah salah satu peserta Pelatihan Layout Dasar Kitab Berbahasa Arab.

Check Also

hababib

Beramalah Dengan Ilmu Kamu Ketahui, Allah Akan Ajarkan Apa Yang Kamu Tidak Ketahui

Beramalah Dengan Ilmu Kamu Ketahui, Allah Akan Ajarkan Apa Yang Kamu Tidak Ketahui Pondok Habib – Dikisahkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *